“Pengendalian kelahiran yang terencana dan menyeluruh disetiap wilayah, menjadi pijakan utama untuk mewujudkan penduduk tumbuh seimbang dan keluarga berkualitas"

Dr. (H.C.) dr. Hasto Wardoyo, Sp. OG.(K)

Kepala BKKBN

2 anak lebih sehat

INformaSi digiTAL (INSTAL) seputar Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana)

di Provinsi Sulawesi Tengah

Geografi & Demografi Sulawesi Tengah8

 

Informasi geografi & demografi provinsi sulawesi tengah

Program101

 

Informasi Program pembangunan keluarga, kependudukan & keluarga berencana (bangga kencana) di provinsi sulawesi tengah

Inovasi Program

 

Upaya lebih membumikan program pembangunan keluarga, kependudukan & keluarga berencana (bangga kencana) di provinsi sulawesi tengah

Gubernur Sulawesi Tengah Drs.H.Longki Djanggola,M.Si membuka secara resmi Rapat Koordinasi Daerah Program Bangga Kencana Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah yang dilaksanakan secara virtual hybrid di Ruang Polibu, Rabu (14/4).

Rakorda bertemakan Melalui Peran Lintas Sektor, Kita Tingkatkan Upaya dan Strategi Dalam Rangka Implementasi Program Bangga Kencana Guna Percepatan Penurunan Stunting di Sulawesi Tengah juga dihadiri kepala BKKBN Dr. (H.C.) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K)

Gubernur Sulawesi Tengah menyampaikan bahwa tema kegiatan rakorda sangat relevan dengan harapan Presiden yang menginginkan agar prevalensi stunting bisa ditekan sampai 14 persen hingga Tahun 2024.

“BKKBN berperan strategis untuk mewujudkan harapan tersebut melalui sinergitas dan implemetasi Program Bangga Kencana di Sulawesi Tengah,”ucapnya.

Hasto yang mengikuti secara daring dari ruang kerjanya di Jakarta menyampaikan 3 ciri stunting yaitu pendek, intelektual dibawah rata-rata dan rentan penyakit di hari tua “tidak semua yang pendek itu stunting tetapi semua yang stunting itu pendek, stunting punya masa depan yang suram karena dihari tua punya potensi terkena penyakit seperti kardivaskuler, darah tinggi, struk, jantung, tekanan darah tinggi, kencing manis”paparnya

Agar bisa mencapai target yang ditetapkan Presiden, Hasto mengungkapkan dalam setahun rata-rata harus menurunkan 2,5% dan ini menjadi tugas yang tidak mudah karena dimasa pandemi covid-19 stunting di tengarai meningkat

Namun ia optimis pencegahan stunting di Sulawesi Tengah akan berhasil melihat adanya sukses story penurunan prevelensi stunting dari tahun 2013 sebesar 41% menjadi 31,3% di tahun 2019 “BKKBN akan mendukung penuh program-program pak Gubernur kepada masyarakat khususnya pelayanan terhadap keluarga”ujarnya

Sementara itu Kepala BKKBN Prov. Sulteng Dra.Maria Ernawati,MM menyampaikan dalam keterbatasan situasi di masa pandemi, BKKBN Prov. Sulteng bersama mitra kerja berhasil meraih beberapa prestasi diantaranya Juara 1 Nasional inovasi terbaik cegah putus pakai kontrasepsi

Nampak hadir di Polibu dan yang mengikuti secara virtual Kadis Kesehatan Prov. Sulteng, Kadis Pengendalian Penduduk dan KB Prov. Sulteng, Bappeda Prov. Sulteng, Lembaga Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Untad, Poltekes Sulteng, Kepala Perwakilan BPKP Sulteng, BPS, BPJS, OPD KB Kab/Kota, Mitra Kerja BKKBN, Organisasi Perempuan, dan PKB/PLKB

 

#BKKBN

#Pemprov Sulteng