Informasi Program pembangunan keluarga, kependudukan & keluarga berencana (bangga kencana) di provinsi sulawesi tengah
Upaya lebih membumikan program pembangunan keluarga, kependudukan & keluarga berencana (bangga kencana) di provinsi sulawesi tengah
Obrolan Alumni Berbuah Tamasya 175 Kecamatan
Palu - Pertemuan yang diawali obrolan ringan antarsesama alumni berubah menjadi pembahasan serius tentang masa depan program keluarga di Sulawesi Tengah. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah, Nuryamin, bertemu dengan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sulawesi Tengah, Sry Nirwanti Bahasoan, di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Tengah, Siranindi, Rabu (5/8/2026), untuk memperkuat sinergi pelaksanaan sejumlah program prioritas.
Suasana akrab langsung terasa sejak keduanya bertemu. Di satu momen, Tanpa dikomando, Nuryamin dan Sry Nirwanti serempak melontarkan pertanyaan yang sama tentang seorang teman semasa kuliah di salah satu fakultas Universitas Hasanuddin.
"Di mana dia sekarang?" ujar keduanya nyaris tanpa jeda.
"Nah loh," celetuk Sry sambil tersenyum. Tawa pun pecah.
Percakapan semakin cair. Dengan logat khas Sulawesi Selatan yang masih kental, keduanya bergantian mengingat nama-nama teman kuliah, sesekali saling menyela saat mencoba mengingat perjalanan karier rekan seangkatan mereka.
Setelah bernostalgia sejenak, pembicaraan beralih pada tujuan utama pertemuan itu, yakni memperkuat kolaborasi pelaksanaan program-program Kemendukbangga/BKKBN bersama TP PKK Provinsi Sulawesi Tengah
Dalam kesempatan tersebut, Nuryamin meminta dukungan TP PKK untuk mempercepat pembentukan Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) di seluruh kecamatan di Sulawesi Tengah.
"Target kami, 175 kecamatan memiliki TAMASYA," kata Nuryamin.
Selain TAMASYA, Nuryamin juga mengajak TP PKK mendukung pengembangan Sekolah Lansia sebagai ruang belajar dan aktivitas bagi warga lanjut usia.
"Lansia jangan hanya duduk diam di rumah, mereka senang kalau ketemu teman seumuran," ujarnya.
Menurut dia, Sekolah Lansia penting agar para lanjut usia memiliki ruang berinteraksi, belajar, dan tetap aktif di tengah meningkatnya jumlah penduduk usia lanjut.
Nuryamin juga menyampaikan bahwa Kemendukbangga/BKKBN masih mengemban amanah menjalankan Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). Ia berharap kolaborasi dengan dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat terus diperkuat agar semakin banyak keluarga berisiko stunting yang mendapat bantuan.
Menanggapi paparan tersebut, Sry Nirwanti menyatakan dukungan penuh terhadap program-program Kemendukbangga/BKKBN.
"Pasti mi saya dukung. PKK bisa masuk juga ke program ini," ujarnya. Lannyolla
Penulis: Lanny Yolistina Lameanda,
Editor: Sakkirang
Foto: Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Sulteng
Tanggal Rilis: 46241
Waktu: Pk. Rabu, 5 Agustus 2026 WITA
PPID Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Sulawesi Tengah
ppidkemendukbanggasulteng@gmail.com
Jl. Prof. Moh. Yamin No. 37
Tatura Utara, Kec. Palu Sel., Kota Palu, Sulawesi Tengah 94111
Instagram: kemendukbangga.bkkbnsulteng
Facebook: BKKBNSulteng
Twitter/X: @kemendukbangga.bkkbnsulteng
TikTok: kemendukbanggasulteng
YouTube: kemendukbangga.bkkbnsulteng
www.sulteng.kemendukbangga.go.id
Tentang Kemendukbangga/BKKBN
Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga;
Berlandaskan juga pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 87 Tahun 2014 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Keluarga Berencana, dan Sistem Informasi Keluarga, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 180 Tahun 2024 tentang Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga: Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 181 Tahun 2024 tentang Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).


