Informasi Program pembangunan keluarga, kependudukan & keluarga berencana (bangga kencana) di provinsi sulawesi tengah
Upaya lebih membumikan program pembangunan keluarga, kependudukan & keluarga berencana (bangga kencana) di provinsi sulawesi tengah
Air Mata Jatuh Juga, BKKBN Sulteng Melepas Dua Keluarga
Di depan podium Ruang Pola Perwakilan BKKBN Sulawesi Tengah, Rabu (13/5/2026), Tenny C. Soriton beberapa kali menghentikan kalimatnya. Tangannya sibuk mengusap mata, suaranya tertahan, lalu kembali mencoba melanjutkan sambutan perpisahan yang sejak awal sudah terasa berat untuk diucapkan. Di hadapan para pegawai, mitra kerja, penyuluh KB, hingga sahabat seperjuangan yang memenuhi ruangan dan mengikuti melalui Zoom, lelaki yang telah lebih dari empat tahun memimpin Perwakilan BKKBN Sulawesi Tengah itu sedang berusaha berpamitan.
“Besok sudah terpampang foto saya di belakang menjadi kepala perwakilan yang ke sekian,” ucapnya sambil tersenyum kecil, mencoba mencairkan suasana yang perlahan mulai sendu. Namun tak lama kemudian, nada suaranya berubah lirih.
“Saya memang sudah harus pindah, karena waktu saya sudah expired di sini, sudah mau lima tahun.” katanya.
Hari itu menjadi penanda estafet kepemimpinan dari Tenny C. Soriton yang mendapat amanah baru sebagai Kepala Perwakilan BKKBN Gorontalo kepada Nuryamin, S.T.P., M.M., yang sebelumnya bertugas di Kalimantan Barat. Namun suasana pisah sambut terasa jauh dari sekadar seremoni pergantian jabatan. Ada perjalanan panjang, kenangan, dan ikatan emosional yang tumbuh selama bertahun-tahun di Sulawesi Tengah.
Tenny mengenang perjalanan kariernya yang bertumbuh bersama para penyuluh KB dan pegawai di Sulawesi Tengah. Dengan suara bergetar, ia bercerita tentang masa-masa awal dirinya di lingkungan BKKBN hingga kembali lagi ke Palu sebagai kepala perwakilan.
“Saya di sini tumbuh dengan teman-teman mulai dari golongan IIa. Bekerja, bergabung di sini. Yang paling tua kakak saya Ibu Ruwayah… sampai saya menjadi Kepala Perwakilan Kalimantan Barat lalu kembali lagi ke sini,” tuturnya sebelum kembali terdiam beberapa saat menenangkan diri.
Suasana ruangan semakin haru ketika Tenny menyampaikan kedekatannya dengan jajaran lapangan. Baginya, hubungan itu bukan sekadar hubungan pekerjaan.
“Kalau teman-teman sakit, saya sakit,” katanya singkat.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada OPD KB, mitra kerja, dan seluruh pegawai yang selama ini membersamainya, termasuk kepada Irmawati sekretaris andalannya yang disebutnya selalu membantu kapan pun dibutuhkan.
“Selalu mendukung biar tengah malam. Saya kalau tidak dibantu itu susah,” ucapnya sembari menolehkan pandangan ke sosok berjilbab ungu yang duduk di bangku paling depan.
Namun di balik suasana emosional itu, Tenny tetap meninggalkan pesan-pesan sederhana yang selama ini selalu ia tekankan, menjaga disiplin, etika, komitmen, dan komunikasi. Ia meminta seluruh jajaran memberikan dukungan penuh kepada Nuryamin yang disebutnya memahami kultur lapangan karena memulai karier dari lini penyuluhan KB.
“Tolong teman-teman dukung supaya bisa bekerja dengan baik. Secara adat, beliau juga masih orang Sulawesi,” katanya.
Dari layar Zoom yang ditampilkan di dua sisi ruangan, Nuryamin membalas sambutan itu dengan nada hangat penuh penghormatan. Ia menyebut Tenny bukan hanya sahabat, tetapi juga guru dalam banyak hal. Ia mengaku perjalanan panjang mereka telah dimulai sejak lama, bahkan pernah bertetangga ketika bertugas di wilayah berbeda di Pulau Sulawesi.
“Pak Tenny adalah sahabat, saudara saya, guru segala hal, kalau ketemu kita selalu berdiskusi termasuk capaian yang menjadi keharusan kita.” ujarnya.
Nuryamin juga menilai capaian program Bangga Kencana di Sulawesi Tengah selama kepemimpinan Tenny menjadi salah satu yang disegani. Karena itu, ia berharap seluruh jajaran tetap menjaga semangat kerja dan nuansa lapangan yang selama ini dibangun kuat di Sulawesi Tengah.
“Jangan kendor saat saya masuk,” ujarnya.
Ia pun meminta dukungan seluruh pihak dalam menjalankan amanah barunya dan berharap Sulawesi Tengah dapat menjadi provinsi terdepan dalam pembangunan manusia.
Satu per satu kesan dan pesan kemudian mengalir. Mulai dari Kepala Dinas P2KB Kabupaten Sigi mewakili mitra kerja, Ketua IPeKB Sulawesi Tengah mewakili lini lapangan, hingga perwakilan ASN oleh Budiman Jaya dan Annidhama. Tidak sedikit yang menahan air mata ketika mengenang perjalanan bersama Tenny. Sebab bagi banyak pegawai dan penyuluh KB di Sulawesi Tengah, sosok Tenny bukan hanya pimpinan, tetapi juga rekan yang tumbuh dan berproses bersama mereka.
Suasan semakin haru, kali ini benar-benar pecah ketika ASN Perwakilan BKKBN Sulawesi Tengah, Syafi’i Ma’ruf, yang juga mendapat mutasi ke Sulawesi Selatan, berdiri menyampaikan pesan perpisahan. Belum lama berbicara, suaranya mulai sengau. Ia beberapa kali berhenti, menahan isak yang sulit dibendung. Ruangan mendadak hening. Sejumlah pegawai yang hadir tampak ikut mengusap air mata.
“Ada tugas baru yang sudah menanti, tapi ada juga bagian dari diri saya yang ingin tetap tinggal di tempat ini,” ucap Syafi’i dengan suara bergetar.
Baginya, 11 tahun 4 bulan di Palu bukanlah waktu yang singkat. Dari hari pertama yang penuh kecanggungan hingga hari terakhir yang dipenuhi haru, kota itu perlahan berubah menjadi rumah yang menyimpan begitu banyak kenangan.
“Palu yang dulu menjadi kota asing, tapi kini menampung kenangan-kenangan yang akan selalu dirindukan,” katanya sambil terisak.
Di tengah suasana yang tak lagi mampu ditahan, Syafi’i menyampaikan rasa terima kasih kepada Tenny yang menurutnya telah membuka jalan sehingga dirinya bisa mendapat kesempatan mutasi lebih dekat dengan keluarga. Ia juga menyampaikan penghormatan kepada Irmawati yang selama ini menjadi atasannya.
“Bukan hanya atasan, tapi sosok yang mengajarkan banyak hal, menguatkan, membimbing,” tuturnya.
Lalu, dengan mata yang terus berkaca-kaca, ia menutup sambutannya dengan kalimat yang membuat ruangan kembali senyap.
“Izinkan saya pamit sebagai suami yang harus bertanggung jawab melindungi dan mengayomi istrinya. Izinkan saya pergi sebagai ayah yang harus turut mengasuh dan mendidik anaknya. Dan izinkan saya kembali sebagai anak yang harus berbakti kepada orang tuanya,” ucap Syafi’i. Lannyolla
Penulis: Lanny Yolistina Lameanda,
Editor:
Foto: Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Sulteng
Tanggal Rilis: 46155
Waktu: Pk. Rabu, 13 Mei 2026 WITA
PPID Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Sulawesi Tengah
ppidkemendukbanggasulteng@gmail.com
Jl. Prof. Moh. Yamin No. 37
Tatura Utara, Kec. Palu Sel., Kota Palu, Sulawesi Tengah 94111
Instagram: kemendukbangga.bkkbnsulteng
Facebook: BKKBNSulteng
Twitter/X: @kemendukbangga.bkkbnsulteng
TikTok: kemendukbanggasulteng
YouTube: kemendukbangga.bkkbnsulteng
www.sulteng.kemendukbangga.go.id
Tentang Kemendukbangga/BKKBN
Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga;
Berlandaskan juga pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 87 Tahun 2014 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Keluarga Berencana, dan Sistem Informasi Keluarga, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 180 Tahun 2024 tentang Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga: Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 181 Tahun 2024 tentang Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

