Informasi Program pembangunan keluarga, kependudukan & keluarga berencana (bangga kencana) di provinsi sulawesi tengah
Upaya lebih membumikan program pembangunan keluarga, kependudukan & keluarga berencana (bangga kencana) di provinsi sulawesi tengah
BKKBN Bareng Dokter Berbagi Tips Rawat Anak di Mall
PALU - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN melalui Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah menggelar Talkshow Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) dan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) di Grand Mal Palu, Sabtu (8/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi bagi masyarakat, khususnya orang tua, mengenai pentingnya pengasuhan yang tepat dalam mendukung tumbuh kembang anak, mulai dari pembentukan karakter, kesehatan, pola tidur, aktivitas fisik, kesehatan gigi hingga pendampingan penggunaan teknologi.
Kepala Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah, Nuryamin, menekankan bahwa sosok ayah memiliki peran penting dalam pembentukan karakter dan kepercayaan diri anak.
“Banyak nilai yang didapatkan dari sosok ayah, terutama soal karakter, fighting spirit. Anak itu punya semangat juang yang besar, rasa percaya diri yang kuat, dan karakter-karakter positif,” ujar Nuryamin.
Ia mengatakan, ayah tidak hanya berperan sebagai orang tua, tetapi juga harus mampu menjadi pendamping dan kawan setia bagi anak. Kehadiran ayah sangat dibutuhkan ketika anak menghadapi persoalan, termasuk masalah yang terjadi di lingkungan sekolah.
“Ayah itu selalu menjadi pendamping, bahkan jadi kawan setia bagi anak, bisa sebagai penyemangat pula. Di saat anak mengalami persoalan di sekolah, kalau anak berinteraksi kepada ayah, di situlah sosok ayah bermain,” katanya.
“Ayah harus bisa menampilkan bahwa saya ini sosok pahlawanmu. Disaat ada masalah, lapor ke ayah. Ayah yang akan memberikan saran,” tambahnya.
Menurutnya, peran tersebut juga menjadi kesempatan bagi ayah untuk menanamkan nilai-nilai penting kepada anak, terutama karakter dan kejujuran. Bekal tersebut dinilai sama pentingnya dengan pemenuhan kebutuhan gizi dalam mendukung masa depan anak.
“Bukan hanya sekadar gizi, tapi yang tak kalah penting adalah karakter,” tegasnya.
Nuryamin juga menyoroti pentingnya metode pengasuhan yang sesuai dengan usia anak. Pada usia anak-anak, bermain merupakan aktivitas yang dominan, tetapi orang tua tetap perlu menyisipkan pesan moral dan nilai-nilai positif di dalamnya.
Menurutnya, anak cenderung melihat hasil dari sebuah aktivitas tanpa memahami proses yang dilalui untuk mencapai hasil tersebut. Karena itu, orang tua memiliki peran penting dalam mengajarkan nilai dari sebuah proses.
“Di usia anak-anak lebih mengedepankan bermain, tapi ada pesan moral di dalamnya. Anak tidak melihat pada aspek proses, tapi pada aspek hasil. Proses itu ada upaya pendewasaan, ada pemberian nilai di dalamnya. Kalau dia berorientasi pada hasil, bisa jadi dia menggunakan segala cara untuk mendapatkan hasil yang dia inginkan,” ujarnya.
Karena itu, menurut Nuryamin, penguatan karakter menjadi salah satu hal yang dikedepankan dalam program TAMASYA. Pendekatan TAMASYA dirancang dengan pola pengasuhan yang disesuaikan dengan tingkat usia anak.
“Inilah yang sekarang karakter-karakter itu harus dikedepankan di program kami, yaitu TAMASYA. Pendekatan TAMASYA ini ada pola pengasuhan sesuai dengan tingkat usianya,” katanya.
Ayah Harus Menjadi Teladan dan Perekat Keluarga
Lebih lanjut, Nuryamin menegaskan bahwa ayah harus mampu menjadi teladan sekaligus perekat dalam keluarga. Peran tersebut semakin penting di tengah berbagai tantangan yang dihadapi anak dan remaja saat ini.
“Ayah harus menjadi teladan, ayah harus menjadi perekat dalam sebuah keluarga,” tegasnya.
Ia mengingatkan para orang tua untuk memahami perkembangan dan persoalan yang dihadapi anak, terutama ketika memasuki usia remaja. Orang tua perlu mengetahui perubahan perilaku, lingkungan pergaulan, serta berbagai persoalan yang mungkin dihadapi anak.
Menurutnya, ketika orang tua tidak memahami persoalan yang dihadapi anak pada masa remaja, hubungan antara anak dan orang tua berpotensi semakin jauh.
“Orang tua sekarang harus mengetahui potret-potret remaja sekarang. Kalau ayah atau ibu tidak mengetahui masalah-masalah anak di usia remaja, mereka akan menjauhi kita. Ketika anak sudah jauh dari kita, maka di situlah lost control terhadap keluarga kita,” ungkapnya.
Kesehatan Gigi hingga Penggunaan Gadget
Dalam talkshow yang sama, dokter gigi anak Drg. Martha Mediani Teang, Sp.KGA, mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan gigi sejak gigi pertama anak tumbuh. Orang tua perlu memahami pertumbuhan gigi, pola konsumsi gula dan karbohidrat.
“Jangan mempunyai pikiran, ‘ah, sudahlah, ini gigi susu juga akan tergantikan’. Ketika gigi susu rusak, itu akan memengaruhi kualitas hidup anak,” ujar Drg. Martha.
Ia menjelaskan bahwa gigi susu memiliki fungsi penting sebagai penunjuk arah pertumbuhan gigi permanen sekaligus membantu menyediakan ruang bagi gigi permanen.
"Ketika gigi susu ini rusak itu akan mempengaruahi kualitas hidup anak, kemudian akan berpengaruh pada konsentrasi dia belajar, akan berpengaruh pada kesehatan tubuh," tambahnya.
Sementara itu, dokter spesialis anak dr. Dimas Bagus Prastyo, M.Ked (Ped)., Sp.A, menekankan pentingnya tidur malam bagi pertumbuhan anak, khususnya dalam mendukung pertambahan tinggi badan.
“Faktor istirahat memegang peranan penting dalam pertumbuhan anak, terutama tinggi badan,” ujar dr. Dimas.
Selain tidur yang cukup, anak juga perlu mendapatkan aktivitas fisik yang memadai, terutama pada siang hari. Orang tua juga diingatkan untuk menerapkan aturan yang tegas terkait penggunaan gadget.
Menurut dr. Dimas, paparan gadget yang terlalu dini dapat mengganggu proses perkembangan anak karena pada masa awal kehidupan anak membutuhkan interaksi langsung, stimulasi sensorik, kasih sayang, serta komunikasi timbal balik (Video Call)
Ia menekankan bahwa setelah anak berusia lebih dari dua tahun, penggunaan gadget dapat mulai diperkenalkan secara terbatas dan tetap didampingi orang tua agar terjadi interaksi dan pendampingan yang tepat.
Melalui Talkshow TAMASYA dan GATI, Kemendukbangga/BKKBN melalui Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah mendorong penguatan peran keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak terutama peran ayah menjadi sosok pahlawan dalam proses perkembangan pertumbuhan anak. Raya
Penulis: Akbar Pariama
Editor: Sakkirang
Foto: Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Sulteng
Tanggal Rilis: 46244
Waktu: Pk. Sabtu, 8 Agustus 2026 WITA
PPID Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Sulawesi Tengah
ppidkemendukbanggasulteng@gmail.com
Jl. Prof. Moh. Yamin No. 37
Tatura Utara, Kec. Palu Sel., Kota Palu, Sulawesi Tengah 94111
Instagram: kemendukbangga.bkkbnsulteng
Facebook: BKKBNSulteng
Twitter/X: @kemendukbangga.bkkbnsulteng
TikTok: kemendukbanggasulteng
YouTube: kemendukbangga.bkkbnsulteng
www.sulteng.kemendukbangga.go.id
Tentang Kemendukbangga/BKKBN
Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga;
Berlandaskan juga pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 87 Tahun 2014 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Keluarga Berencana, dan Sistem Informasi Keluarga, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 180 Tahun 2024 tentang Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga: Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 181 Tahun 2024 tentang Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).


