Kemendukbangga Sulteng Dorong Genting hingga GATI Cegah Stunting
Palu – Kementerian Kependudukan Pembangunan Keluarga /Perwakilan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) Provinsi Sulawesi Tengah mendorong percepatan pelaksanaan sejumlah program prioritas Kemendukbangga tahun 2026 sebagai strategi mempercepat penurunan stunting dan penguatan pembangunan keluarga.
Hal tersebut disampaikan dalam Pra Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Bangga Kencana bersama OPD KB dari 13 kabupaten/kota se-Sulteng di Grand The Sya Hotel, Rabu (11/3/2026).
Salah satu program yang menjadi fokus adalah GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) dengan target 14.204 sasaran di Sulawesi Tengah. Kabupaten Parigi Moutong menjadi daerah dengan target terbesar yakni 2.920 sasaran.
Program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan nutrisi, tetapi juga mencakup akses air bersih, jamban sehat, Rumahlayak huni, nutrisi, edukasi, pemberdayaan ekonomi keluarga, dengan melibatkan partisipasi berbagai pihak termasuk swasta dan BUMN, Perorangan, LSM/Komunitas, Akademisi, Media.
Selain itu, Kemendukbangga/BKKBN juga mendorong pelaksanaan program TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak) yang menitikberatkan pada penguatan pengasuhan melalui kelas orang tua, kelas kerabat, pemantauan tumbuh kembang anak melalui Kartu Kembang Anak (KKA), hingga sistem rujukan bagi anak yang mengalami gangguan tumbuh kembang.
Program lainnya adalah GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia) yang menyasar remaja laki-laki, calon pengantin pria, serta para ayah yang memiliki anak usia dini hingga remaja. Program ini akan dikembangkan hingga tingkat desa dengan Kampung KB sebagai pelopor kegiatan.
Kemendukbagga/BKKBN juga memperkuat program SIDAYA (Lansia Berdaya) yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup lansia melalui kartu SIDAYA, kemudahan akses pemeriksaan kesehatan, pembentukan sekolah lansia pada kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL), serta mendorong lansia tetap aktif dan produktif.
Di sisi lain, target Keluarga Berencana Pasca Persalinan (KBPP) juga terus didorong. Untuk tahun ini, Kota Palu memiliki target cukup tinggi dengan 32.963 peserta KB baru. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan koordinasi dengan rumah sakit dan puskesmas agar setiap ibu yang melahirkan dapat langsung memperoleh layanan kontrasepsi sebelum pulang dari fasilitas kesehatan. Lannyolla
Penulis: Lanny Yolistina Lameanda,
Editor: Sakkirang
Foto: Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Sulteng
Tanggal Rilis: 11 Maret 2026
Waktu: Pk. Rabu, 11 Maret 2026 WITA
PPID Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Sulawesi Tengah
ppidkemendukbanggasulteng@gmail.com
Jl. Prof. Moh. Yamin No. 37
Tatura Utara, Kec. Palu Sel., Kota Palu, Sulawesi Tengah 94111
Instagram: kemendukbangga.bkkbnsulteng
Facebook: BKKBNSulteng
Twitter/X: @kemendukbangga.bkkbnsulteng
TikTok: kemendukbanggasulteng
YouTube: kemendukbangga.bkkbnsulteng
www.sulteng.kemendukbangga.go.id
Tentang Kemendukbangga/BKKBN
Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga;
Berlandaskan juga pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 87 Tahun 2014 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Keluarga Berencana, dan Sistem Informasi Keluarga, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 180 Tahun 2024 tentang Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga: Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 181 Tahun 2024 tentang Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).