Informasi Program pembangunan keluarga, kependudukan & keluarga berencana (bangga kencana) di provinsi sulawesi tengah
Upaya lebih membumikan program pembangunan keluarga, kependudukan & keluarga berencana (bangga kencana) di provinsi sulawesi tengah
Kimia Farma dan Harsen Komit Bantu Sanitasi Warga Sulteng
Palu - PT Kimia Farma dan PT Harsen Laboratories menyatakan komitmennya mendukung penyediaan air bersih dan jamban sehat bagi masyarakat dalam pertemuan dengan Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Tengah, Nuryamin, di ruang kerjanya, Senin (27/7/2026).
Managing Director PT Harsen Laboratories, Elsyeida Napitupulu, mengatakan perusahaan selama ini memiliki program sosial di berbagai daerah, termasuk membangun sekolah dari sebagian keuntungan perusahaan. Ke depan, kata dia, Harsen membuka peluang mendukung penyediaan air bersih dan pembangunan WC sehat.
"Kami memang memiliki program untuk daerah-daerah. Selama ini profit perusahaan kami manfaatkan untuk membangun sekolah. Kalau kami bisa membantu penyediaan air bersih dan WC, dengan semangat Bapak, kami juga ikut bersemangat," kata Elsyeida yang datang bersama Kepala Cabang Kimia Farma Fransiscus Feby Handoko
Pertemuan tersebut membahas peluang kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam memperluas akses masyarakat terhadap sanitasi layak sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Nuryamin, berharap perusahaan yang selama ini bergerak dalam produksi dan distribusi alat serta obat kontrasepsi juga dapat mengambil peran melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), khususnya untuk pembangunan jamban sehat dan penyediaan air bersih.
"Kalau ada kawan-kawan yang mau membantu, silakan membangun sendiri, tetapi mengikuti spesifikasi yang kami tetapkan. Siapa tahu Kimia Farma dan Harsen ingin berbagi untuk masyarakat," ujar Nuryamin.
Menurut dia, kesehatan masyarakat tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan obat dan layanan kesehatan, tetapi juga oleh terpenuhinya kebutuhan dasar berupa sanitasi dan air bersih.
"Kita tidak usah membedakan agama atau latar belakang. Yang penting masyarakat Indonesia merasakan manfaatnya," katanya.
Nuryamin mengaku kepeduliannya terhadap sanitasi lahir dari pengalaman melihat langsung masyarakat yang belum memiliki akses jamban layak.
"Saya pernah di perkebunan, masyarakat diarahkan buang air di sungai. Pengalaman itu saya lihat langsung di depan mata. saya berupaya agar pembangunan jamban tidak ada markup. Kalau anggarannya Rp7 juta sampai Rp8 juta, saya usahakan bisa lebih hemat tanpa mengurangi kualitas," ujarnya. Lannyolla
Penulis: Lanny Yolistina Lameanda,
Editor: Budiman Jaya
Foto: Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Sulteng
Tanggal Rilis: 46231
Waktu: Pk. Senin, 27Juli 2026 WITA
PPID Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Sulawesi Tengah
ppidkemendukbanggasulteng@gmail.com
Jl. Prof. Moh. Yamin No. 37
Tatura Utara, Kec. Palu Sel., Kota Palu, Sulawesi Tengah 94111
Instagram: kemendukbangga.bkkbnsulteng
Facebook: BKKBNSulteng
Twitter/X: @kemendukbangga.bkkbnsulteng
TikTok: kemendukbanggasulteng
YouTube: kemendukbangga.bkkbnsulteng
www.sulteng.kemendukbangga.go.id
Tentang Kemendukbangga/BKKBN
Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga;
Berlandaskan juga pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 87 Tahun 2014 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Keluarga Berencana, dan Sistem Informasi Keluarga, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 180 Tahun 2024 tentang Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga: Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 181 Tahun 2024 tentang Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

