Informasi Program pembangunan keluarga, kependudukan & keluarga berencana (bangga kencana) di provinsi sulawesi tengah
Upaya lebih membumikan program pembangunan keluarga, kependudukan & keluarga berencana (bangga kencana) di provinsi sulawesi tengah
Ssst, POGI Sulteng Bocorkan Strategi Tingkatkan Akseptor Vasektomi
Palu – Ketua Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Cabang Sulawesi Tengah, Dr. dr. Amirudin Rauf, Sp.O.G., membagikan pengalaman dan strategi yang pernah diterapkan untuk meningkatkan capaian Metode Operasi Pria (MOP) atau vasektomi di Sulawesi Tengah. Salah satu pendekatan yang dinilai efektif adalah turun langsung ke desa-desa untuk memberikan edukasi kepada masyarakat serta melibatkan peserta vasektomi sebagai motivator bagi calon akseptor.
Pengalaman tersebut disampaikan saat menerima audiensi Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah, Nuryamin, S.TP., M.M., di ruang kerjanya selaku Ketua POGI Sulawesi Tengah sekaligus Direktur Klinik Utama PKU Muhammadiyah Palu, Kamis (11/6/2026).
dr. Rudi panggilan sapaan, mengisahkan bahwa tahun 2008, dirinya bersama Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah saat itu, Juwartini, melakukan berbagai diskusi untuk merumuskan strategi yang efektif dalam mencapai target peserta MOP.
“Waktu itu kami berdiskusi bagaimana meningkatkan capaian MOP. Akhirnya disepakati untuk turun langsung ke desa-desa, mengumpulkan masyarakat yang berminat mengikuti vasektomi, sekaligus memberikan edukasi mengenai manfaat dan keamanan prosedur tersebut,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa salah satu strategi yang terbukti efektif adalah melibatkan peserta yang telah menjalani vasektomi sebagai motivator di masyarakat. Mereka berbagi pengalaman secara langsung kepada calon peserta sehingga mampu meningkatkan kepercayaan dan minat masyarakat terhadap layanan MOP.
“Peserta yang sudah menjalani vasektomi dijadikan motivator. Mereka mengajak dan meyakinkan warga lain untuk ikut berpartisipasi. Setiap warga yang berhasil diajak oleh motivator diberikan penghargaan,” sambungnya.
Selain itu, dr. Rudi juga menceritakan pengalamannya saat mempresentasikan hasil penelitian di Bandung mengenai pelayanan KB pascapersalinan. Dalam penelitian tersebut, pelayanan di poli diintegrasikan dengan kamar bersalin sehingga konseling dan edukasi keluarga berencana dapat diberikan secara lebih optimal kepada pasangan suami istri.
“Kami melibatkan suami dalam proses persalinan. Suami diberikan motivasi dan edukasi secara langsung. Ketika melihat perjuangan istrinya saat melahirkan, banyak yang kemudian tergerak untuk ikut berperan dalam perencanaan keluarga, termasuk mempertimbangkan menjadi peserta MOP,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Nuryamin menyampaikan bahwa pendekatan langsung kepada masyarakat yang pernah dilakukan pada masa lalu masih sangat relevan dalam mendukung pelaksanaan Program Bangga Kencana saat ini.
“Saya pikir banyak cara-cara yang pernah dilakukan dulu sebenarnya masih bisa kita hidupkan kembali dan disesuaikan dengan kondisi saat ini,” ujar Nuryamin.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada POGI Sulawesi Tengah atas dukungan dan kontribusinya dalam pelaksanaan Program Keluarga Berencana, khususnya pada pelayanan kontrasepsi mantap wanita atau Metode Operasi Wanita (MOW).
“Kami berterima kasih kepada POGI yang selama ini telah mengambil berbagai langkah dalam mendukung pelayanan KB, khususnya pelayanan tubektomi. Dukungan organisasi profesi sangat penting dalam meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Nuryamin juga berharap dr. Amirudin selaku dokter di Rumah Sakit Shindu Trisno dapat terus mendukung upaya peningkatan pelayanan KB di Sulawesi Tengah, terutama dalam pelaksanaan pelayanan kontrasepsi jangka panjang.
Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah mempersiapkan berbagai kegiatan pelayanan KB serentak di seluruh kabupaten dan kota dalam rangka menyambut Hari Keluarga Nasional (Harganas). Salah satu fokus kegiatan adalah pelayanan Metode Operasi Wanita (MOW) dengan target sebanyak 279 akseptor, serta pelayanan KB pascapersalinan yang ditargetkan menjangkau 4.246 akseptor.
Menutup pertemuan tersebut, dr. Rudi menyatakan komitmennya untuk terus mendukung program-program BKKBN di Sulawesi Tengah.
“Semoga kita dapat terus menjalin kerja sama yang baik dengan BKKBN sehingga target pelayanan yang telah ditetapkan dapat tercapai dan memberikan manfaat bagi masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya dalam momentum peringatan Harganas tahun ini,” pungkasnya. RaYa
Penulis: Akbar Pariama
Editor: Sakkirang
Foto: Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Sulteng
Tanggal Rilis: 46184
Waktu: Pk. Kamis, 11 Juni 2026 WITA
PPID Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Sulawesi Tengah
ppidkemendukbanggasulteng@gmail.com
Jl. Prof. Moh. Yamin No. 37
Tatura Utara, Kec. Palu Sel., Kota Palu, Sulawesi Tengah 94111
Instagram: kemendukbangga.bkkbnsulteng
Facebook: BKKBNSulteng
Twitter/X: @kemendukbangga.bkkbnsulteng
TikTok: kemendukbanggasulteng
YouTube: kemendukbangga.bkkbnsulteng
www.sulteng.kemendukbangga.go.id
Tentang Kemendukbangga/BKKBN
Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga;
Berlandaskan juga pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 87 Tahun 2014 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Keluarga Berencana, dan Sistem Informasi Keluarga, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 180 Tahun 2024 tentang Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga: Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 181 Tahun 2024 tentang Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

